angin sepoi-sepoi menyapa pipi
lalu air mata jatuh membasahi
menyadarkan aku akan realiti
jauh benar diri ini terbang mengingati
si dia yang mulai menjauhkan diri
kekosongan mulai menjadi peneman hari
kerinduan memenuhi hati
fikiran dipenuhi memori
yang mungkin takkan kembali
wahai si dia yang berada dalam sanubari
jangan biar daku sendiri
menyusuri hari-hari sepi
tanpa dirimu menemani

Banyak cantek!
ReplyDelete